Home / News Update / Ekonomi / Sukses 10 Ribu Kolam, Banyuwangi Galakkan 100 Ribu Kolam

Sukses 10 Ribu Kolam, Banyuwangi Galakkan 100 Ribu Kolam

YD9A2698RAUNGFM.COM, Banyuwangi – Bupati Abdullah Azar Anas mendorong pengembangan perikanan budidaya oleh masyarakat. Pengembangan program ini memanfaatkan potensi sumber daya air yang melimpah di Banyuwangi. Anas pun mencanangkan gerakan 100 ribu kolam, setelah sebelumnya telah sukses dengan program 10 ribu kolam.

Anas mengatakan, saat ini Banyuwangi tidak bisa terus menerus mengandalkan perikanan tangkap (laut) karena populasi ikan yang semakin berkurang sementara jumlah nelayan terus bertambah. Disisi lain Banyuwangi  memiliki potensi sumber daya air tawar yang berlimpah.

“Kita punya sumber air yang melimpah, ini harus dimanfaatkan. Tidak lagi hanya program 10 ribu kolam sekarang kita galakkan 100 ribu kolam. Program ini akan menjadi sumber ketahanan pangan keluarga sekaligus juga sumber penghasilan bagi keluarga,” kata Anas saat memimpin rapat koordinasi  bersama Dinas Perikanan, Kelautan dan Ketahanan Pangan dan Dinas PU Pengairan, Rabu (18/1).

Anas mengatakan, beberapa kecamatan di Banyuwangi memiliki sumber daya  air yang melimpah seperti Kecamatan Glenmore, Kalibaru, Sempu, Songgon, Glagah, dan Licin. Wilayah ini menjadi lokasi yang potensial bagi pengembangan program 100 ribu kolam.

“Program budidaya air tawar bisa bersinergi dengan program pengairan, intinya harus ada koordinasi program. Kalau perlu dana desa kita dorong sebagian untuk membeli bibit ikan. Tidak perlu kolam yang besar, cukup dengan  kolam sederhana sudah bisa untuk memelihara ikan,”ujarnya.

Anas juga mendorong 100 ribu kolam  melalui program Mina Tani, yakni usaha budidaya perikanan yang dilakukan bersamaan dengan pertanian. Mina tani memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami tanaman pangan sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar. Misalnya saja mina padi, dan mina naga.

“Kita juga mendorong mina tani untuk memanfaatkan hamparan lahan pertanian yang luas di Banyuwangi,” ujarnya.

Sedangkan untuk perikanan tangkap,  Anas mendorong agar ada diversifikasi produktivitas bagi para nelayan. Laut tidak hanya dimanfaatkan untuk menangkap ikan tapi juga memberikan nilai ekonomis lain bagi nelayan misalnya lewat pariwisata.

“Ini sebagai salah satu cara mengatasi overfishing dan memberi penghasilan baru bagi nelayan, kuncinya adalah kualitas lingkungan yang terjaga. Nelayan harus didorong untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya.

Sementara itu sampai akhir tahun 2015 gerakan 10 ribu kolam ikan telah menghasilkan kolam sebanyak 13.215 kolam yang tersebar se Banyuwangi. Menghasilkan produksi ikan tawar  sebanyak 3700 ton dengan komoditi ikan tombro, nila, gurame dan lele.

Ditambahkan Kepala Dinas Perikanan, Kelautan dan Ketahanan Pangan, Hary Cahyo Purnomo beberapa program telah disiapkan untuk mewujudkan program 100 ribu kolam. Salah satunya Program Gema Pamili, atau Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari. Gerakan ini mendorong masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dari pekarangan sendiri. Mulai dengan mendorong Gema Pamili di tingkat Kecamatan, Kampung hingga perumahan warga.

“Kami ingin nantinya setiap rumah di Banyuwangi khususnya yang memiliki pekarangan dan sumber air yanfg cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan menanam aneka tanaman pangan dan membuat kolam ikan,” kata Hary.

Gerakan Mina Tani juga akan dilakukan disentra-sentra tanaman pangan maupun hortikultura Banyuwangi. Seperti Mina Padi di Sempu dan Licin, Mina Naga di Kecamatan Pesanggaran dan Purwoharjo dan Mina Jeruk di Kecamatan Purwoharjo dan Bangorejo.

“Mina tani ini sudah berjalan dibeberapa lokasi sentra, tapi kedepan akan kita galakkan lebih masif,” ujar Hary.

Sedangkan untuk optimalisasi perikanan tangkap, salah satunya dilakukan dengan melakukan optimalisasi produktivitas nelayan melalui pengembangan potensi pantai melalui ekowisata. Seperti yang telah dilakukan di beberapa wilayah pesisir seperti di Bangsring, Pantai Cemara, Pantai Pakis, Pantai Bengkak dan Wringin Putih.

 “Juga dengan penciptaan lapangan kerja lewat pengembangan kawasan kampung nelayan dan perbaikan lingkungan pasar ikan (fish market),” pungkas Hary.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *